Senin, 25 Agustus 2014

SAYAP YANG KERDIL

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SAYAP YANG KERDILIni adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang. Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya. Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya. Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih. Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa akau tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 23 Agustus 2014

AYAH, ANAK DAN BURUNG GAGAK

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - AYAH, ANAK DAN BURUNG GAGAKPada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda tersebut?" "Burung gagak", jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras, "Itu burung gagak ayah!" Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAK!!" Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah-ogahan menjawab pertanyaan si ayah, "Gagak ayah.......". Tetapi kembali mengejutkan si anak, beberapa saat kemudian si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar kehilangan kesabaran dan menjadi marah. "Ayah!!! saya tidak mengerti ayah mengerti atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah menanyakan pertanyaan tersebut dan sayapun sudah memberikan jawabannya. Apakah yang ayah ingin saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak ayah.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah. Si ayah kemudi....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 16 Agustus 2014

PENGUSAHA YANG GAGAL

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PENGUSAHA YANG GAGALSeorang salesman yang masih muda dan belum bermakan garam di bidang usaha merasa amat berputus asa setelah usahanya mengalami kegagalan total. Ia sudah berjuang penuh antusias sebagaimana layaknya seorang muda yang masih penuh semangat. Namun usahanya yang pertama kini harus berakhir dengan kepahitan. Suatu hari ia datang menghadap managernya dan menceritakan kepedihannya. Ia katakan bahwa ia sudah berusaha keras, namun kegagalanlah yang harus ia telan. Di sela-sela percakapannya, ia bergumam seakan kepada dirinya sendiri; “Pengalaman ini seakan membuktikan bahwa kita hanya bisa menggiring seekor kuda menuju sebuah anak sungai, namun kita tak dapat memaksanya minum air sungai tersebut.” Mendengar kata-kata itu, sang manager berkata; “Anakku, dengarkan kata-kataku: Tugasmu bukanlah memaksa kuda itu untuk minum. Tugasmu adalah membuatnya merasa haus. Dalam dunia usaha, tugasmu bukanlah memaksa konsumer membeli barang daganganmu, tetapi membuat mereka merasa butuh akan barang yang sedang kau jual.”Anak muda itu mengangguk pertanda bahwa ia kini paham. ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 22 Agustus 2013

Simbol Hon-Sha-Ze-Sho-Nen

Posting kali ini akan membahas tingkat eksistensi dari simbol Hon Sha Ze Sho Nen. Hon Sha Ze Sho Nen membuat hubungan antara Roh dan Tubuh, surga dan bumi, dan karena itu symbol ini dikenal sebagai 'Bridge'(jembatan/penghubung). Dengan menggunakan symbol ini ibarat sedang melalukan perjalanan melalui waktu dan ruang untuk memenuhi fungsi, sehingga simbol ini juga dikenal sebagai Simbol Jarak. Dengan penggunaan symbol ini, Anda dapat menyembuhkan orang seakan hadir di dekat orang yang disembuhkan atau mengirim energi untuk suatu situasi atau hubungan.  

Dengan symbol ini Anda juga dapat mengobati penyebab yang berakar di masa lalu dan dapat mengubah pola pikir (penyembuhan mental), sehingga symbol ini bisa dinamakan symbol yang sempurna. Hon Sha Ze Sho Nen menghubungkan diri Anda lebih tinggi dengan diri yang lebih tinggi dari yang Anda kirim energi; "Yang Ilahi dalam diri saya menyapa dan menghormati Ilahi di dalam kamu 'dan ini benar-benar adalah pendekatan terbaik yang bisa kita ambil untuk sesama kita.

HON = Roh, Source, Asal, Universe, Kekuatan Pikiran
SHA
  = Pikiran, kekuatan Otak, Kecerdasan, Kesadaran
ZE
     = Ruang, Jadilah, Menjadi, Lubang, Jadilah Hidup, Jadilah Hadir
Sho
    = Perasaan, Emosi, Sensation, Jauh, persepsi
Nen
   = Kesadaran, Tubuh, Perhatian, Absen, Realisasi

Arti, Makna dan Penggunaan Simbol  Hon-Sha-Ze-Sho-Nen
  1. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen adalah simbol Penyembuhan Jauh.
  2. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen berarti "Tidak ada masa lalu, tidak sekarang, dan masa depan".
  3. HSZSN berarti Kebebasan dari delusi, keterbatasan dan Karma.
  4. Untuk setiap pasangan yang berencana untuk memiliki anak, penting bagi mereka untuk attunment setidaknya reiki level 2 dan belajar bagaimana menggunakan HSZSN.
  5. Anda dapat mengirim penyembuhan kepada anak Anda yang belum lahir di masa lalu sampai Anda siap untuk hamil dan mengirim penyembuhan untuk masa depan ketika Anda berniat untuk hamil.
  6. Anda dapat memutuskan di mana tahun Anda ingin hamil dan kemudian mengirim penyembuhan kepada anak Anda dalam tahun itu atau kemudian untuk dilahirkan.
  7. Dengan HSZSN, CKR, SHK, dan HSZSN Anda sehari-hari dapat memberikan healing selama 10 menit untuk bayi Anda selama kehamilan.
  8. Sang ayah dapat mengirim penyembuhan reiki untuk ibu dan bayi dari tempat manapun di dunia jika dia tidak hadir di sisi istrinya pada saat pengiriman.
  9. Jika bayi harus tinggal di inkubator baik ayah dan ibu dapat mengirim penyembuhan jarak jauh untuk bayi mereka.
  10. Dapat digunakan dalam setiap sesi penyembuhan dari aspek masa lalu dan masa depan masalah disembuhkan.
  11. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen digunakan untuk mengirim Reiki kepada orang lain di kejauhan.
  12. Dengan Hon-Sha-Ze-Sho-Nen Anda dapat mengirim penyembuhan dan attunement untuk siapapun di dunia ini meski berbeda tempat di dunia dan zona waktu.
  13. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen merupakan symbol Penyembuhan Jarak Jauh Reiki Usui. Simbol ini diajarkan di reiki level 2.
  14. Ketika Hon-Sha-Zee-Show-Nen diucapkan, maka energi akan bergerak tanpa hambatan melalui ruang dan waktu. Hal ini paling sering digunakan dalam penyembuhan jauh dan penyelarasan.
  15. Penggunaan gambar maupun deskripsi obyek merupakan ide baik ketika mengirim penyembuhan atau attunement jarak jauh. 
  16. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen menghubungkan antara Gambar orang (terbaik) atau Nama dan deskripsi dengan orang/ obyek  yang dituju. 
  17. Niat sangat penting bagi pengirim dan penerima.
  18. Hon-Sha-Ze-Sho-Nen membantu Anda memahami bahwa waktu itu hanya ilusi.
Demikian posting kali ini mengenai salah satu simbol reiki, semoga posting ini bermanfaat bagi Anda. 


Reiki Symbols

REIKI SYMBOLS, THEY MEANING AND METHODS OF ACTIVATION


The Japanese Character of Reiki
In Second and Master level of Reiki you will have access to the Special Sacred Reiki Symbols and words. These are handed down from Master to Master and are used for attuning other initiates into your Reiki Linage. But more importantly they can be used for healing and protection.
Reiki Symbols are means of focusing your attention in order to connect with "specific" healing frequencies.
Using different symbols will boost up the Reiki energy.

REIKI SYMBOLS

CHO KU RAY
Pronunciation "choh-koo-ray"
Alias: "The Power Symbol"


Meaning: "God and Man Coming Together" or "I have the key"
The primary use of this Symbol is to increase Reiki power. It draws Energy from around you and it focuses it where you want to.
Make the sign over the client (or yourself) and say (silently) the words Cho Ku Rei 3 times.
It is the all-purpose symbol. It can be used for anything, anywhere;
* For on the spot treatments
* To cleans negative energies
* Spiritual protection
* On food, water, medicine, herbs
* In sick rooms and hospitals
* To aid manifestation
* To empower other Reiki Symbols
* To seal energies after the treatment, etc.
If you wish to use the symbol to bring Energy to yourself, reverse it.

SEI HEI KI
Pronunciation: say-hay-key
Alias: The Mental/Emotional Symbol



Meaning: God and Man Coming Together or Key to the Universe
It is used primary for mental/emotional healing and calming the mind. It is very good for:
* Psychic protection
* Cleansing
* In meditations to activate Kundalini
* To balance the right and left brain
* Aid for removing addictions
* For healing past traumas
* Clears emotional blockages and aligns the upper chakras.
* Remove negative energies and bad vibrations
Sei He Ki restores emotional balance and harmony.

HON SHA ZE SHO NEN
Pronunciation: Hanh-shah-zay-show-nen
Alias: The Distance Symbol



Meaning: The God ( The Buddha, the Christ,..) in Me Greets the God in You to Promote Enlightenment and Peace
This is the Distant Healing Symbol and it is used to send Reiki over distance and time (past,present, future), to anyone and anything.
It is also drawn when sending a distant attunement.

TAM-A-RA-SHA
Pronunciation: Tam-ara-sha
Alias: The Balanicg Factor


It is a balancing/unblocking Symbol.
* Grounds and balances energy
* Helps to unblock the energy chakra centres allowing the energy to flow
* If signed over pain helps to reduce it or dissipate it.

THE REIKI MASTER SYMBOL
DAI KO MYO
Pronunciation: dye-ko-me-o
Alias: The Master Symbol


It is the most powerful symbol in the Reiki group. It can be used only by Reiki Masters.
This symbol is used to heal the soul. Since it deals with the soul and our spiritual self it heals disease and illness from the original source in the aura/energy fields.
It helps to provide enlightenment and piece. It also allows to become more intuitive and psychic.
With practice this symbol brings profound life changes.

METHODS FOR SYMBOL ACTIVATION
They can be activated in any of the following ways:
* By drawing them with your palm centre
* BY drawing them with your finger
* By visualizing them
* By drawing them with your third eye
* By spelling the symbol's name three times.
You can use whatever method you wish, but don't forget that it's the intent that counts.

Where to apply them during a healing?
First place the symbol(s) on your own hands/palms and then redraw or visualise the same symbols on:
* The clients crown chakra
* The areas to be treated (if known)
* The clients hands/palms

If you can not recall a Reiki symbol, use the "alias", because both have the same energy.
With practice the symbols will become less relevant and the focus will change to the "intent" of the specific energies required.

Jumat, 15 Maret 2013

Reiki Hand Positions

March 15, 2013


A standard Reiki treatment covers most body areas, and all the seven chakras – and it usually lasts about an hour or a little over.
As the practitioners give the treatment, either to themselves, or to other persons, they tend to listen to their intuition and spend more time on areas which “draw more energy” compared to the others. If you don’t feel the energy flow yet, don’t worry, just spend equal time in each position.
There are variations of these positions, and some Reiki Masters teach them differently. Some may teach more or fewer positions. If in doubt, do as your Master has taught you, or follow your intuition.
The images below cover self healing. We will publish another article, or update this one later, with the positions for healing others.
At the end of the article there is a chart you can download in PDF format and print.

Head

Position 1: Cover the eyes approximately with the palms of your hands.

Reiki Hand Position 1
Reiki Hand Position 1
Position 2: Cover the ears approximately with the palms of your hands.

Reiki Hand Position 2
Reiki Hand Position 2
Position 3: Place your hands on the back of your head, either one on top of the other as in the image below, or alternatively you can place them side by side.

Reiki Hand Position 3
Reiki Hand Position 3

Front of the body

Position 4: Place your hands on each side of your neck.

Reiki Hand Position 4
Reiki Hand Position 4
Position 5: Place one hand on the chest, above the breasts, and the other just above it, towards the neck.

Reiki Hand Position 5
Reiki Hand Position 5
Position 6: Place your hands under the breasts, in the solar plexus area.

Reiki Hand Position 6
Reiki Hand Position 6
Position 7: Place your hands on the abdomen, over the stomach.

Reiki Hand Position 7
Reiki Hand Position 7
Position 8: Place your hands in a V shape, fingers touching or almost touching, below the waist (for men) or over the ovaries (for women).

Reiki Hand Position 8
Reiki Hand Position 8

Back of the body

Position 9: Place your hands on your shoulders, fingers bent over, pointing towards the shoulder blades.

Reiki Hand Position 9
Reiki Hand Position 9
Position 10: Place your hands on your waist, on the back, palms placed on each side of the spine at comfortable distance.

Reiki Hand Position 10
Reiki Hand Position 10
Position 11: Place your hands on your hips on the back of your body.

Reiki Hand Position 11
Reiki Hand Position 11

Legs and feet

Position 12: Place your hands over your knees.

Reiki Hand Position 12
Reiki Hand Position 12
Position 13: Cup each foot with your hands.

Reiki Hand Position 13
Reiki Hand Position 13

Reiki Hand Positions Downloadable Chart

To download the full chart in PDF format, right click here and choose “Save as…” from the context menu. Depending on your browser, it may be called Save target as… or Save link as… or something similar.

Reiki Hand Positions
Reiki Hand Positions
License: You may print an unlimited number of copies of the Reiki Hand Positions PDF document. You may use the document in a commercial setting, and you may distribute the document, as long as it remains intact and this license notice is included. You may not modify the document in any way.


Rabu, 06 Maret 2013

Kegagalan Afirmasi dan Solusinya

Saya yakin, anda semua, pasti pernah mendengar kata "Afirmasi". Mungkin anda pernah menghadiri seminar atau loka karya dan pembicaranya menyarankan anda melakukan afirmasi untuk menunjang keberhasilan anda. Mungkin juga anda pernah membaca buku-buku positive thinking yang banyak terdapat di toko buku. Para pelaku MLM (multi level marketing), DS (Direct Selling), agen asuransi, atau mereka yang suka dengan pengembangan diri pasti tahu betul apa itu "Afirmasi".

Mengapa afirmasi sangat banyak disarankan untuk digunakan? Jawabnya sederhana. Afirmasi adalah self-talk yang kita ucapkan pada diri kita sendiri dan merupakan salah satu bentuk pemrograman ulang pikiran. Menurut kebanyakan orang, afirmasi sangat mujarab untuk membantu pencapaian prestasi. Benarkah demikian?

Benarkah afirmasi bisa sedemikian efektif? Jawabnya, "TIDAK". Saya pernah melakukannya selama 7 (tujuh) tahun tanpa hasil yang maksimal. Saya telah mengikuti semua aturan menulis afirmasi yang benar, yang dijelaskan oleh banyak pembicara terkenal, dan juga ditulis di berbagai buku best seller. Saya bahkan membeli buku yang khusus membahas mengenai self-talk. Hasilnya? Tetap tidak bisa maksimal. Saya tidak mengatakan "tidak ada hasil", lho. Yang saya tekankan adalah hasilnya "tidak maksimal".

Cukup lama saya mencari jawaban mengapa afirmasi yang saya lakukan kok nggak bisa memberikan hasil yang maksimal? Apa saja yang telah saya lakukan untuk afirmasi? Saya menulis script dan saya tempelkan di tempat yang biasa saya lihat. Misalnya di cermin kamar mandi, di pintu kamar tidur, di pintu kamar mandi, di komputer, di dashboard mobil, di hand phone, di diary, dan dijadikan screen saver.

Selain itu saya juga menggunting gambar-gambar impian saya. Saya tempelkan di tempat yang dapat saya lihat dengan mudah. Tujuannya? Untuk mengingatkan (baca: memprogram) diri saya agar saya selalu fokus pada impian-impian itu. Hasilnya? Tetap tidak maksimal.

Saya bahkan membuat kaset khusus yang berisi berbagai afirmasi yang ingin saya masukkan ke pikiran bawah sadar saya. Kaset ini saya mainkan setiap kali saya berada di dalam mobil. Saya bahkan sampai menggabungkan afirmasi dengan musik khusus untuk membantu pikiran saya untuk bisa lebih mudah menerima afirmasi itu. Sekali lagi, hasilnya? Nggak maksimal.

Apakah saya gagal? Tidak. Saya berhasil mencapai sebagian dari apa yang saya afirmasikan. Namun saya merasa tidak puas. Energi dan waktu yang saya curahkan untuk melakukan afirmasi ternyata tidak memberikan hasil seperti yang saya harapkan.

Lalu apa yang salah? Apakah saya malas dan tidak bekerja keras untuk mencapai goal saya? Ah, nggak. Saya sangat fokus untuk mencapai impian itu. Hasil yang tidak maksimal ini membuat saya berpikir, "Pasti ada yang salah dengan apa yang ditulis di buku-buku atau yang diajarkan di seminar yang telah saya hadiri".  Logika saya sederhana saja. Banyak kawan saya yang juga melakukan afirmasi seperti yang saya lakukan ternyata hasilnya juga sami mawon  alias idem alias setali tiga uang alias sama saja.

Proses pencarian jawaban "Mengapa afirmasi yang saya lakukan tidak membuahkan hasil yang maksimal?" akhirnya mengantar saya pada petualangan pemahaman cara kerja pikiran yang luar biasa, dan ini yang ingin saya bagikan kepada anda melalui artikel ini.

Bagi anda yang sukses dengan afirmasi, saya ucapkan selamat dan saya ikut bahagia dengan keberhasilan anda. Bagi anda yang mengalami "nasib" seperti yang saya alami, mudah-mudahan dengan apa yang saya jelaskan berikut ini akan dapat membantu anda untuk bisa segera meraih keberhasilan.

So, mengapa afirmasi tidak memberikan hasil maksimal?

Indera penglihatan memberikan kontribusi sebesar 87% dari total stimulus yang masuk ke otak. Kalau dilihat sekilas jalur visual ini kesannya sangat dominan. Namun bila ditelaah lebih jauh ternyata input visual masih berupa ide sugestif yang bersifat sadar. Teknik afirmasi, yang menggunakan gambar atau membaca script, ternyata hanya cocok untuk 5% populasi yang masuk dalam kategori sangat sugestif.

Faktor lain yang berpengaruh terhadap keefektifan afirmasi adalah kapan waktu kita menulis atau membaca afirmasi itu. Sering kali kita diajarkan untuk menulis, membaca, atau melihat afirmasi kita saat bangun tidur atau di siang hari. Ternyata waktu ini tidak cocok dengan prinsip kerja pikiran. Ternyata dari riset ditemukan fakta menarik bahwa ada waktu tertentu yang memberikan pengaruh paling maksimal. Nah, pertanyaannya sekarang adalah, "Kapan waktu yang paling tepat untuk melakukan afirmasi?". Waktu yang paling tepat adalah malam hari saat gelombang otak kita dominan berada di kondisi alfa atau theta.

Cara melakukan afirmasi lainnya, seperti yang sering disarankan oleh banyak seminar atau buku, adalah dengan menuliskan afirmasi setiap hari. Ternyata ini counterproductive. Afirmasi cukup ditulis seminggu sekali dan harus bersifat jangka pendek. Nah, bingung kan? Kok beda dengan yang anda ketahui selama ini?

Selain itu kita perlu membatasi jumlah afirmasi yang kita tulis dan hanya untuk beberapa aspek kehidupan kita. Maksudnya? Anda tidak boleh menuliskan lebih dari tiga afirmasi. Batasi diri pada tiga aspek kehidupan. Misalnya, aspek kesehatan, aspek finansial, dan aspek relasi. Apa akibatnya kalau kita menulis banyak afirmasi untuk tiap aspek kehidupan? Pikiran bawah sadar akan bingung dan akan kehilangan daya untuk membantu anda mencapai goal anda.

Saat anda telah menulis afirmasi, tunggu dan lihat efeknya. Kalau dalam waktu 2 (dua) minggu belum ada efeknya maka anda perlu menulis ulang afirmasi anda. Mungkin cara anda menulis atau pilihan kata atau struktur kalimat yang digunakan tidak berkesan bagi pikiran bawah sadar anda.

Lalu, bagaimana bila setelah anda menulis ulang afirmasi sampai beberapa kali namun tetap belum ada hasil yang tampak? Yang terjadi adalah resistansi/penolakan terhadap afirmasi itu. Ada bagian dari diri anda yang menolak sugesti (afirmasi) yang anda lakukan. Lalu bagaimana caranya mengatasi hal ini? Berhenti dan jangan pernah lagi mengotak-atik afirmasi ini selama beberapa minggu. Semakin anda bernafsu untuk memperkuat (re-inforce) afirmasi ini maka semakin kuat penolakan dari pikiran bawah sadar anda. Saat anda tidak lagi memaksa afirmasi ini untuk diterima pikiran bawah sadar maka daya tolak pikiran bawah sadar terhadap afirmasi anda juga menurun. Cepat atau lambat afirmasi yang sebenarnya telah masuk ke pikiran bawah sadar akan mulai diterima dan dijalankan. Penolakan muncul karena kita cenderung bersifat memaksa pikiran bawah sadar untuk menerima afirmasi yang kita ucapkan.

Satu hal lagi yang membuat afirmasi susah berhasil, untuk kebanyakan orang, adalah bahwa jarang orang sadar bahwa afirmasi sebenarnya sama dengan sugesti. Nah, kalau sudah bicara sugesti maka anda harus tahu anda termasuk orang tipe apa. Ada orang yang mudah disugesti secara fisik (physically suggestive) dan ada orang yang hanya bisa disugesti secara emosional (emotionally suggestive), dan ada yang bisa ac-dc alias kiri-kanan ok atau bisa keduanya.

Wording atau cara penulisan afirmasi untuk tiap tipe ini tidak sama. Bila anda termasuk kategori sugestif secara fisik dan anda, karena tidak tahu, menulis afirmasi yang bersifat emosional maka dijamin afirmasi anda tidak bisa jalan. Demikian pula sebaliknya.

Terlepas dari afirmasi apa yang anda gunakan, untuk panduan dalam menuliskan afirmasi, anda perlu memerhatikan hal-hal berikut:

- Gunakan afirmasi untuk goal jangka pendek.

- Tulis afirmasi dengan tulisan tangan, bukan diketik.

- Tulis afirmasi seminggu sekali.

- Minimalkan jumlah afirmasi untuk mendapatkan efek konsentrasi sugesti.

- Tulis afirmasi dengan kalimat positip dan sekarang, jelas atau spesifik, dan tanggal pasti kapan anda ingin mencapai goal anda.

- Tulis ulang afirmasi bila dirasa perlu. Jika afirmasi tidak bekerja seperti yang diharapkan maka berhenti melakukan afirmasi.

Ada kawan saya yang meskipun telah saya jelaskan cara melakukan afirmasi secara benar tetap menolak apa yang saya sampaikan. Saat saya bertanya, "Kenapa sih, anda kok begitu yakin dan memegang teguh cara anda melakukan afirmasi padahal anda tahu hasilnya nggak maksimal?". "Lho, cara afirmasi yang saya gunakan selama ini saya dapatkan dari seminar dan workshop yang sangat mahal. Kan, eman (sayang) kalo nggak saya pake", jawabnya. "Tapi, kalau ternyata cara yang anda gunakan tidak bisa memberikan hasil maksimal, mengapa anda tidak mencoba cara lain?", kejar saya lagi. "Saya yakin cara yang saya gunakan sudah benar. Soalnya pembicaranya orang terkenal. Saya percaya banget dengan apa yang ia ajarkan", jawab kawan saya.

Saya hanya bisa tersenyum saat mendengar jawabannya. Saya teringat kata bijak Winston Churchil, "A fanatic is one who can't change his mind and won't change the subject".

Tehnik Melakukan Afirmasi Yang Benar

Untuk bisa melakukan afirmasi dengan benar, saat dalam kondisi gelombang Beta, kita perlu memahami cara kerja pikiran. Pikiran terbagi ke dalam beberapa area. Salah satunya adalah Critical Area. Critical Area ini sebagian ada dalam wilayah pikiran sadar dan sebagian lagi di wilayah pikiran bawah sadar.

Saat kondisi sadar kita selalu menganalisis setiap informasi yang masuk. Yang melakukan ini adalah Critical Area dari pikiran sadar. Saat kita dihipnosis dan diminta melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai moral yang kita pegang maka, meskipun dalam kondisi trance, kita akan menolak permintaan si hipnotis. Bagian yang menolak ini adalah Critical Area dari pikiran bawah sadar.

Dalam kondisi sadar atau beta saat suatu informasi (afirmasi atau sugesti) masuk ke pikiran sadar maka informasi ini akan "menetap" di Critical Area. Informasi ini baru akan di-download ke pikiran bawah sadar saat kita tidur. Selama menunggu di Critical Area, dari pikiran sadar, informasi itu akan mengalami distorsi. Contohnya?

Misalnya anda ingin meningkatkan income anda. Saat ini anda berpenghasilan Rp. 2,5 juta per bulan dan anda melakukan afirmasi, "Penghasilan saya Rp.10 juta per bulan." Saat anda melakukan afirmasi ini maka informasi ini masuk ke Critical Area dari pikiran sadar. Anda membaca kalimat afirmasi berulang-ulang agar lebih tok cer alias manjur. Ditambah lagi, seperti yang dianjurkan di berbagai buku dan seminar, anda harus menulis afirmasi anda dalam Present Tense atau kalimat saat ini. Apa yang terjadi di pikiran anda? Mari kita lakukan analisis.

Informasi masuk ke Critical Area dari pikiran sadar karena anda melakukan afirmasi dalam kondisi beta. Kalimat yang digunakan adalah Present Tense atau sekarang. Hal ini berarti penghasilan anda saat ini Rp. 10 juta per bulan. Iya nggak? Nah, apakah kondisi income anda yang sesungguhnya saat ini benar Rp. 10 juta? Kan, tidak. Saat ini income anda hanya Rp. 2,5 juta per bulan. Pikiran sadar anda tahu bahwa ini nggak benar. Pikiran sadar ini lalu mendistorsi "kebenaran" informasi ini. Dan seperti yang telah saya jelaskan di atas informasi ini baru akan turun ke pikiran bawah sadar saat kita tidur. Nah, bisa anda bayangkan apa yang terjadi pada unit informasi "Penghasilan saya Rp.10 juta per bulan" saat masuk ke pikiran bawah sadar. Pasti sudah "babak belur" karena dikritik dan didistorsi oleh Critical Area dari pikiran sadar. Kalo sudah begini kira-kira afirmasi ini masih efektif, nggak? Anda tahu jawabannya, kan?

Itulah sebabnya mengapa pada artikel sebelumnya saya selalu menganjurkan untuk melakukan afirmasi dalam kondisi alfa atau theta. Saat kita dalam gelombang ini maka unit informasi akan mem-by pass Critical Area dari  pikiran sadar dan langsung masuk ke pikiran bawah sadar.

Ok, kalau begini kondisinya, lalu bagaimana kita "mengakali" Critical Area dari pikiran sadar kita agar bisa menerima dan tidak mendistorsi afirmasi kita? Caranya mudah. Yang perlu dilakukan adalah kita menggunakan kekuatan Critical Area, dalam melakukan analisis, menjadi kelemahannya. Caranya?

Dalam melakukan afirmasi anda harus menggunakan kata "Saya dalam proses", "Saya memutuskan", atau "(kondisi) ideal saya".

Sekarang saya akan memperjelas maksud saya. Pada contoh di atas kita menggunakan kalimat "Penghasilan saya Rp.10 juta per bulan". Critical Area dari pikiran sadar tahu bahwa ini nggak benar. Sekarang coba kita gunakan kalimat "Saya dalam proses mencapai penghasilan Rp. 10 juta per bulan". Terasa bedanya? Critical Area tahu bahwa ini nggak bohong. Benar, kita belum mencapai penghasilan Rp. 10 juta per bulan. Tapi kita kan dalam proses. Jadi, unit informasi ini tidak akan terkena distorsi.

Selanjutnya coba anda rasakan kalimat "Saya memutuskan untuk mempunyai penghasilan Rp. 10 juta per bulan". Ini juga nggak bohong. Berapapun income anda saat ini nggak jadi masalah. Mengapa? Karena anda "memutuskan" untuk menaikkan income anda. Jadi ini sama sekali nggak ada urusan dengan kondisi riil anda.

Bagaimana dengan kalimat "Penghasilan ideal saya adalah Rp. 10 juta per bulan"? Afirmasi ini juga aman dari distorsi. Mengapa? Karena yang diafirmasi adalah penghasilan ideal. Kalau sekarang belum ideal ya nggak apa-apa. Afirmasi ini nggak ditolak.

Nah, karena Critical Area dari pikiran sadar nggak menolak maka, saat kita tidur, unit informasi ini masuk ke pikiran bawah sadar dalam kondisi utuh dan lengkap, tidak terdistorsi. Dengan demikian pemrograman pikiran bawah sadar menjadi sangat efektif.

Apakah ada cara lain untuk memprogram pikiran bawah sadar dalam kondisi beta? Sudah tentu ada. Berikut saya berikan beberapa tips lagi.

Pertama, anda perlu mengembangkan sikap syukur dan pasrah. Apapun yang anda capai dalam proses mencapai target anda perlu disyukuri. Kedua, anda perlu mencatat pencapaian kecil maupun besar dalam perjalanan anda mencapai target anda. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi pikiran anda bahwa berada pada jalur yang benar. Ketiga, siapkan sebuah kotak "sukses". Kotak "sukses" ini fungsinya sebagai celengan atau tabungan. Anda bisa memotong gambar atau hal-hal yang ingin anda capai dan masukkan ke kotak "sukses" anda. Anda juga bisa menuliskan afirmasi anda, membacanya, dan memasukkannya ke kotak "sukses" anda.  Mengapa ini perlu dilakukan? Saat anda memotong gambar dan memasukkannya ke kotak "sukses" maka dalam hati anda tumbuh pengharapan. Saat anda menulis, membaca, dan memasukkan afirmasi anda ke kotak maka anda semakin mempertegas apa yang anda lakukan.

Contoh di atas adalah dalam aspek finansial. Dengan menggunakan prinsip yang sama anda bisa menggunakannya untuk meningkatkan aspek lain dalam hidup anda.

Sumber : Adi W Gunawan (adiwgunawan.com)